itu dy...dy atau bukan? bukan dy....apa memang dy??
kemarin itu, kamu membuatku seakan tak bernafas!
membuatku terpojok dan tersudut! tidak membiarkan ku mengeluarkan sepatah kata pun.
dan kamu terus mengucap tanpa henti.
mengucap tentang cinta.
kamu tega! tidak memberi kesempatan sedikit pun untukku agar dapat mengenal mu lebih baik. siapa dirimu? apa alasannya? sejak kapan? kamu benar2 tidak memberi hakku untuk tahu. cinta sepihak atau cinta yg sangat egois.. atau memang butuh keberanian yg sangat besar untuk dapat mengatakan semua rasa dihati.
kamu bilang... kamu udah ga kuat, ga ngerti harus gimana... tapi kamu sangat apik sekali memainkan peranmu itu.
klo kamu rasa yang kamu bilang waktu itu mampu membuat ku tersanjung, kamu salah!
aku takut atas semua kamu katakan, karena aku ga pernah mengerti alasan yg sebenarnya, dan kamu tidak mau mengatakannya.
ya sudahlah... kamu dengan cinta egoismu itu dan aku cukup dengan diriku sajah.
Tidak peduli seberapa parah keadaan kita saat ini, namun keadaan pasti akan berubah lebih baik, apabila kita masih memiliki satu hal : Harapan
Sudah sangat lama ga nulis,lebih sering nulis di media lain :p
Tapi ternyata kangen juga, hampir saja lupa aku punya blog yang cukup cantik untuk ku tulisi.
Terlebih lagi melihat betapa luwesnya blogger2 lain mendadani blognya yang indah2 itu, aku juga akan membuat blog ini kembali hidup.
Dan seperti biasa, bukan maksud untuk dapat dibaca blogger lain, hanya untuk menumpahkan apa yang tidak sempat tertuangkan pada media lain.
Cukup banyak yang terjadi pada diriku entah itu kejadian2 yang menyenangkan atau sebaliknya. pastinya, aku akan menulis lagi. Iya.. menulis. Tidak peduli ada yang baca atau tidak.
Menulis untuk diriku dan my silent reader :p
jadi...selamat datang kembali ketikan tanganku ^^
“Ry...U’ve changed! Banyak yg bilang gitu lho...jadi pendiam banget, Suka marah2 sendiri, galak, nyebelin, jutek abiz...,tidak memperdulikan orang sekitar dan yang terparah sombong. Tau sih sekarang pengikut setianya mama tapi kok egois gitu? U’re not a person we know! “
Dan itu membuat aku jadi tambah emosi. Hal pertama yang terpikir adalah... Hey, who’s talking now? Nyadar ga sih pernah nyakitin orang sampe ke tulang-tulang? pernah koreksi diri sendiri ga?? apa ga pernah nyadar sedikit pun, apa yang membuat aku harus melakukan ini? Dan tentu saja makasih udah ada yang memperhatikan. Seolah2 menjudge kepribadian yang melekat pada diriku dan menyekatku dalam menunjukan ekspresi jiwa.
Pernahkah mereka berpikir bahwa setelah semua kabar yang tidak benar itu menyerangku dan kamu... seseorang yang aku anggap akan selalu memback-up ku dalam keadaan terparah sekalipun ikut menyerangku secara bertubi-tubi, melunturkan setiap nilai kepercayaan yang biasa ku tanam di tiap masing2 orang yang pada akhirnya membuat aku menjadi tidak percaya kepada seorang pun yang ada saat ini. Seperti aku berjuang sendirian.
Everybody has self defense and that what I’m doing. They can do whatever they can do. They can say anything they want to say. And yes, they talk too much and know nothing! Whatever they can say bout me, who really know is my self. Even if sometimes I really want to say... “could you plz kindly shut up!! You know nothing and really dont know anything!”..but then I keep in silent, my own silent. The truth will never changed. And it will comes up someday....
If they know what I’m doing, if they know what the truth is...What they will do? Walau mungkin tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. It’s ramadhan anyway, harus lebih sabar mungkin dan mulai mengikhlaskan semua ini. Serta menanamkan kuat-kuat atas doktrin “everythings happened for a reason” .
Whatever it is...harus tetap senyum...dan semangat. Berusaha menguatkan diri sendiri. Seperti yang ku lakukan di tiap paginya, saat melewati pintu gerbang gedung itu dengan langkah pertamaku dan sambil berkata dalam hati....
“hari ini ada apa lagi ya?”
Kenapa harus dilupakan? Dy bukan siapa2. hanya sekelebat yang datang lalu pergi menghilang. Sesosok yang sangat aku rindukan sejak pertengkaran hebat itu. Lalu semuanya kembali menjadi agak normal. Aku pun tersenyum. walau mungkin akan terasa getir atau terlihat dipaksakan bagi orang yang melihatnya. Tapi itu adalah yang terbaik yang aku punya saat itu. Aku tersenyum atas keputusan yang telah terpilih.
Perbincangan tadi malam tidak akan mengubah apa-apa. Apapun opini itu, apapun saran atau pernyataan dari orang terdekatnya sekalipun. Aku anggap itu tidak benar. Tiap orang dari mereka bisa berbicarakan? Entah yang dikatakannya itu adalah suatu kebenaran atau kebalikannya. Tapi aku memilih mereka hanya ingin mencari tahu, menebak-nebak dan mencocokkan jawaban mengenai benar atau tidaknya dugaan mereka selama ini tentang aku dan dy. Dan aku mengatakan apa adanya. Aku memberi tahu perasaan yang paling dalam yang ada pada diriku.
Bahwa aku bahagia kalau dy juga bahagia....
“cinta seakan mempermainkan kami...
atau..kami kah yang mempermainkan cinta...??”
Semalam...
Dy datang (lagi)...tapi kali ini aku harus bertindak tegas. Aku tidak bisa membiarkan rasa itu menumbuh...bahkan mengakar. Harus sudah di sekat..diberi jaring atau mungkin di portal.
Bodoh ku datang...
“Ry ada dirumah? Udah di depan nih..”
Terlihat lagi..guratan senyum di wajahnya...kelihatan agak pucat, keadaan pasca sakit katanya. Ku biarkan dy masuk...dan dy mulai mengutak-ngatik si kotak itu. Sambil sesekali ku selingi dengan pertanyaan2 yg sebenarnya sudah ku tahu jawabannya. Hanya untuk membuat dirinya merasa tidak canggung berada di antara komunitas keluargaku.
Peluh tetesan keringat mengalir satu persatu....hari itu memang rumahku sedikit panas, karena beberapa barang sudah dipindahkan ke rumah baru. Sehingga kipas angin yang berada dipojok ruangan seakan tidak sanggup untuk menyejukkan satu ruangan itu. Ku ambil tisu dan ingin rasanya ku hapus keringat itu......tapi itu tidak dapat ku lakukan. Seperti kataku....aku harus tegas, jangan biarkan rasa ini memuncak. Sekat, blokir, banting setir...
“tisu....keringatnya tuh....” kataku.
Dy pun mengambil tisu itu. Sedikit canggung. Padahal ada beribu pertanyaan dan gerakan yang ingin ku lakukan. Ingin ku tinju lagi lengannya...atau ku teriaki sepuasnya :D tapi lagi-lagi tidak bisa ku lakukan. Hanya senyum dan sedikit candaan yang ku lakukan. Aku jadi anak manis malam itu. Walau aku tidak berani menatap matanya......mencegah nanti dy tahu kalau aku tahu...membiarkan dy dengan rencananya itu.
Dan dy tidak bercerita...memang seharusnya tidak...dan aku juga tidak ingin mendengarnya. Mana mungkin dy cerita pada orang yang nyaris jadi......
yah...Klo pun dy cerita, justru jadi aneh, tidak tahu harus berkomentar apa atau memasang mimik mukaku seperti apa...walau mungkin yang akan aku keluarkan adalah si joker face, tapi tetap saja akan kelihatan aneh.
Wanita itu....mengapa dy harus dengan wanita itu. Wanita yang memang dari dulu aku dan seseorang curigai. Dan aku berusaha untuk menyukainya dulu...tapi sekarang...jadi tambah tidak suka :D aku harus fair. Itu pilihannya........dan aku tidak mau menjadi pilihan yang lain. Aku bukan pilihan. Ambillah yang sudah pasti untuk mu. Bukan aku dengan keraguanku dan menunggu tanda bahwa kamu memang benar untukku
Biarlah berjalan seperti ini. Walau mungkin ada segelintir rasa di hati yang ingin dy setidaknya pernah menjadi seseorang yg special. Tapi ....aku lebih memilih seperti ini. Tempat dy berteduh, berkeluh kesah...dan kamu tetap bertingkah seperti itu.....jangan berubah ya ..bodohku...sudah cukup perubahan itu...dan jaga baik2 wanitamu itu... aku akan mulai merestui kalian........dan berusaha tersenyum jika itu memang membuat mu senang.
Kakimu mulai melangkah...melewati pagar itu...dan tersenyum padaku...
“sorry...... ga bisa terselesaikan dengan baik” katanya.
Apanya yg tidak baik........melihat senyum itu.....aku tidak bisa kecewa kan?? Itu sudah cukup sahabatku...dengan semua kerepotan ini.....dan ketersediaanmu dimana aku membutuhkannya. Kotak itu memang masih rusak dan tidak bisa digunakan. Tapi jalinan persahabatan ini sudah membaik dan terbentang lagi.....silaturahmi yang ku janjikan kepadamu........bahwa kita sudah mulai bisa bertingkah dewasa...dan kita sama-sama belajar melangkah.....melangkah menuju ke sana....
iya kan di?
Ya Allah....
jika aku boleh meminta..
Pertemukanlah aku dgn dia di dlm mimpi ku..
Jika tdk dpt bertemu di dlm mimpi ku,,
maka pertemukanlah aku dgn dia didlm mimpinya..
Jika tdk bs bertemu jg..
Maka pertemukanlah aku didlm mimpi..
org yg persis spt dia..
Atau org yg mirip spt dia..
Atau pun kembarannya!
Ya Allah......
jika aku boleh meminta..
Pertemukanlah aku & dia satu kali lagi dlm kehidupan ku,,
jika tak dpt bertemu sekali lg dlm kehidupan ku,,
maka pertemukanlah aku dan dia di dlm kehidupannya..
Jika msh tdk bertemu jg..
Maka pertemukan aku dgn org yg sm persis spt dia..
atau org yg mirip spt dia,,
atau dgn kmbrnnya.
Ya Allah....
jika tdk ada org yg sm persis spt dia..
Atau org yg mirip spt dia..
Atau dia tdk punya kembaran..
Maka pertemukanlah aku dgn dia saja!!
..Amien..
Subscribe to:
Posts (Atom)
