T-shirt Birumu
Jeans Belelmu
Sepatu ketsmu
Dan si merahmu
Menyapaku di pagar itu
Menjemputku mengejar matahari
Dan menerobos genangan air yang menghalangi

Senyum itu ….
Merelakan setiap kaca di mataku..
Menghembuskan kata-kata yang berputar dikepalaku
serta menyadarkanku…
kau telah berubah !!!
Maaf…aku membunuh semua rencana Brilianmu.

Terima kasih atas Bubur Ayam di setiap paginya
Terima kasih telah mengenalkanku pada nikmatnya teh susu
Terima kasih telah menjadi IT Pribadiku

Terima kasih telah meminjamkan lenganmu untuk jadi sasak tinjuku
Terima kasih telah meminjamkan pipimu untuk jadi sasaran tamparanku
Terima kasih telah menjadi obat maagku

Semoga terpuaskan segala sifat egoismu…
Semoga terpuaskan segala sifat aroganmu…
Semoga terpuaskan segala sifat dendammu…
Dan semoga terpuaskan rasa sakit hati yang menikammu…

Agar apa yang telah kita putuskan bersama merupakan jalan yang terbaik
Untuk dapat lebih dewasa kelak
Untuk menjadikan kita manusia yang seutuhnya
Dengan kepribadian yang lebih baik tentunya…
Serta berharaplah agar kita dapat tertawa nantinya
Dan yakin bahwa…..
Hari itu pasti ada…..

3 comments:

amitrusil said...

sesakkah saat harus berpisah?
krn dr judulnya..masih dalam rasa yg terpendam?

virkill said...

what a romantic poems :o

Rydisa said...

@amitrusil
sesak??? untuk pertama kali sih bgt..tapi sekarang udah ikhlas kok..dan memang benar terpendam hehehe he'll never know the truth..it's still be a secret for him..

@virkill
romantis??? dr mana?? hongkong? hahaha